Waktu-Waktu yang Dibolehkan Berthawaf


Al-HaramWaktu berthawaf. Para ulama memiliki tiga pendapat dalam masalah ini, yaitu:

Pertama, Thawaf boleh dilakukan usai shubuh dan asar, yang dilarang hanyalah ketika matahari terbit dan tatkala terbenam. Hal ini berdasarkan riwayat-riwayat yang senada melarang shalat pada dua waktu tersebut. Sedanhkan thawaf disamakan hukumnya dengan hukum shalat. Karena kata Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, thawaf itu seperti shalat. Hanya saja pada ritual thawaf boleh berkata-kata. Demikianlah pendapat ‘Umar bin Al-Khattab, Abu Sa’id Al-Khudri, dan Malik.

Kedua, Makruh melakukan thawaf usai shubuh dan asar, namun mengerjakannya di waktu matahari terbit dan terbenam pun dilarang. Pendapat ini dipegang oleh Sa’id bin Jubair, Mujahid, dan sekelompok ulama.

Ketiga, Berbeda dengan pendapat sebelumnya, Imam Asy-Syafi’i justru berpendapat boleh melakukan thawaf kapan waktu tanpa terkecuali. Beliau berdalil dengan hadits Jubair bin Muth’im –radhiyallahu ‘anhu-, bahwa Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda,

يا بني عبد مناف، أو بني عبد المطلب: إن وليتم من هذا الأمر شيئا فلا تمنعوا أحدا طاف بهذا البيت أن يصلي فيه أي ساعة شاء من ليل أة نهار

“Wahai Bani ‘Abd Manaf, -atau Bani ‘Abdul Muttalib-, apabila kalian dikuasakan mengurusi perkara ini, maka jangan larang seorang pun yang melakukan thawaf di Baitullah dan hendak melaksanakan shalat di dalamnya kapan saja, baik malam ataupun siang.” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ahmad, Al-Humaidi, Ad-Daraquthni)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s