Ibn RusydIbnul Qasim berkata, “Tangan Allah Ta’ala tidak boleh disamakan dengan sesuatu apa pun, Wajah-Nya juga tidak boleh disamakan dengan apa pun. Akan tetapi harus dikatakan, Allah memiliki dua Tangan sebagaimana yang telah Dia sebutkan. Dia juga memiliki Wajah seperti yang telah Ia nyatakan sendiri untuk diri-Nya. Kita harus menjaga mulut di batas mana Dia katakana dalam Al-Quran. Sebab, Allah Ta’ala tidak ada yang menyamai-Nya, tidak ada yang menyerupainya, dan tidak juga ada yang membandingi-Nya.”

Imam Abul Walid Ibnu Rusyd Al-Andalusi mengatakan, “Ini adalah pendapat yang benar nun jelas. Dalam hal tersebut tidak ada perbedaan pendapat di tengah kaum Islam, bahwa kita tidak diperkenankan menyerupakan Tangan dan Wajah-Nya dengan apapun. Sebab memang tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya, seperti yang telah Allah katakan dalam Al-Quran. Dia bukanlah yang berjenis, tidak berjisim, tidak pula berbentuk.

Kaum Muslimin juga tidak berselisih pendapat mengenai bolehnya berkata semacam itu serta beri’tiqad bahwa Tangan dan Wajah tadi merupakan sifat Diri-Nya tanpa perlu membagaimanakan, menyerupakan, dan membatasi. Karena tidak ada makhluk yang semisal dengan-Nya. Demikianlah pendapat ulama pakar di kalangan mutakallim.”

(Al-Bayan wa At-Tahshil XVI/401)

Iklan