Kewajiban Niat Berjihad


جهاد4Dari Ibunda ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha-, beliau menuturkan, ‘Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda,

لَا هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ، وَ لَكِنْ جِهَادٌ وَ نِيَّةٌ، وَ إِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوْا

Tidak ada lagi hijrah setelah peristiwa Fat-h Makkah. Yang ada hanyalah jihad dan niat. Oleh karena itu apabila kamu diajak untuk berperang, maka sambutlah ajakan tersebut.”

Takhrij Hadits:

Hadits di atas direkam oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 3900) dan Muslim dalam Shahih-nya (1864)

Penjelasan Hadits:

  1. Al-Khattabi mengatakan, “Di awal kemunculan Islam, hijrah termasuk kewajiban bagi setiap orang yang memeluk Islam karena sedikitnya jumlah umat Islam saat itu dan kebutuhan mereka pada persatuan umat (dalam satu daerah). Namun manakala Allah menakhlukkan Makkah, orang-orang beramai-ramai memeluk Islam sehingga kewajiban berhijrah ke Madinah menjadi tidak lagi berlaku. Akan tetapi kewajiban berjihad tetap ada. Begitu pula kewajiban berniat melakukan jihad atau ketika ada musuh yang menyerang.”
  2. Al-Mawardi menuturkan, “Apabila ada orang yang mampu menampakkan agamanya di negeri kafir, maka baginya lebih utama bertinggal di sana daripada meninggalkannya dengan harapan supaya ada orang yang mengikuti jejaknya memeluk Islam.”
  3. Ibnu Hajar menjelaskan, “Hikmah diwajibkannya hijrah atas orang yang memeluk Islam ialah supaya dirinya dapat terlepas dari gangguan orang-orang kafir. Sebab kebiasaan orang-orang kafir ialah menyiksa orang yang memeluk Islam sampai ia bersedia murtad.”
  4. Kewajiban memasang niat melakukan jihad pada waktunya. Bahkan dalam hadits lain dikatakan bahwa orang yang selama hidupnya tidak memiliki niat berjihad, maka apabila ia meninggal, ia sama seperti matinya orang jahiliyah.
  5. Dalam hadits tersebut terdapat bukti kenabian Muhammad dan kemukjizatannya, bahwa sampai kapan pun Makkah tetap akan menjadi negeri Islam sehingga tidak aka ada orang kafir yang mampu menakhlukkan dan menjajahnya. Oleh karena itu, tidak ditemukan ada catatan sejarah bahwa Makkah pernah dijajah kaum kafir.
  6. Maksud “apabila kamu diajak untuk berperang” ialah apabila ada pemerintah sah memerintahkan kepada rakyatnya supaya berangkat jihad. Dari sini, dapat disimpulkan kewajiban mematuhi pemerintah selama pemerintah tersebut masih muslim dan tidak terbukti melakukan kekufuran yang menyebabkannya keluar dari Islam. []
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s