‘Abdul Ghani Bima Al-Jawi, Ulama Besar Masjidil Haram Asal Bima


Haram Makki‘Abdul Ghani bin Shubh Bima Al-Jawi adalah salah seorang ulama kenamaan asal Jawa yang menghabiskan karirnya di Makkah pada tahun 1270-an H dan dimakamkan di pemakaman Ma’lah. Diriwayatkan bahwa sebagian besar ulama Jawa pernah berguru dan menjadi santrinya. Oleh karena itu julukan Syaikh A’lamil Jawa, gurunya tokoh-tokoh Indonesa.

Sekilah dilihat dari namnya kita tentu sudah bisa langsung menebak asal muasal ‘Abdul Ghani Bima. Ya, beliau memang berasal dari daerah Bima Nusa Tenggara Barat yang memang sudah terkenal semenjak dulu dengan keislamannya yang kuat meski diapit antara dua pulau yang didukuki mayoritas kaum kuffar, Bali dan NTT.

Perjalanannya dalam rangka menuntut ilmu membuatnya mendorongnya untuk melawat ke Makkah Al-Mukarramah. Di sana beliau bertemu dan belajar kepada para ulamanya. Di antaranya adalah Al-‘Allamah Muhammad Al-Marzuqi dan saudaranya, Syaikh Ahmad Al-Marzuqi yang merupakan penulis ‘Aqidah Al-‘Awwam dalam ‘aqidah sy’ariyyah atau lebih tepatnya ‘aqidah kullabiyyah. Demikian juga dengan Syaikh Muhammad Sa’id Al-Qudsi dan Al-‘Allamah ‘Utsman Ad-Dimyathi –rahimahumullah– termasuk dari daftar gurunya yang diambil ilmunya.

Selanjutnya setelah berguru kepada sejumlah ulama itu dan cukup mumpuni, Syaikh ‘Abdul Ghani Bima Al-Jawi mulai mengajar di Masjidil Haram dan telah meluluskan mayoritas ulama Melayu sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya.

Syaikh Abul Faidh Muhammad Yasin bin Muhammad ‘Isa Al-Fadani –rahimahullah– dalam tash-hihnya terhadap Kifayah Al-Mustafid Lima ‘Ala Lada At-Tarmisi min Al-Asanid[1] menyebutkan bahwa Syaikh ‘Abdul Ghani bi Shub Al-Bimawi termasuk salah satu dari 103 ulama asal Melayu yang banyak meriwayatkan hadits. Beliau, kata Abul Faidh, telah meriwayatkan dari ‘Umar bin ‘Abdul Karim Al-‘Aththar Al-Makki, Ahmad bin ‘Ubaid Al-‘Aththar Ad-Dimasyqi, Sayyid Muhammad Murtadha Az-Zabidi, Sa’id bin ‘Ali As-Suwaidi Al-Baghdadi, dan Khairuddin bin Syihabuddin Al-Maidani Ad-Dimasyqi.

Kesibukan Syaikh ‘Abdul Ghani tidak hanya sebatas itu, namun beliau juga tekun beribadah dan mengarang kitab hingga Allah mewafatkannya di Makkah.[2]

[1] Catatan kaki halaman 6.

[2] Al-Mukhtashar min Nasyr An-Nur wa Az-Zuhar (hlm. 262), Faidh Al-Malik Al-Wahhab Al-Muta’ali (II/974-975), dan A’lam Al-Makkiyyin (I/332).

Iklan

One response to “‘Abdul Ghani Bima Al-Jawi, Ulama Besar Masjidil Haram Asal Bima

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s