Syaikh Ahmad Abdullah Kampar, Putra Indonesia Guru di Darul Hadits Madinah


kamparKabupaten Kampar adalah salah satu kabupaten di Provinsi Riau, Indonesia.

Di samping julukan Bumi Sarimadu, Kabupaten Kampar yang beribukota di Bangkinang ini juga dikenal dengan julukan Serambi Mekkah di Provinsi Riau. Kabupaten ini memiliki luas 10.928,20 km² atau 12,26% dari luas Provinsi Riau dan berpenduduk ±688.204 jiwa (SP2010).

Pada awalnya Kampar termasuk sebuah kawasan yang luas, merupakan sebuah kawasan yang dilalui oleh sebuah sungai besar, yang disebut dengan Sungai Kampar. Berkaitan dengan Prasasti Kedukan Bukit, beberapa sejarahwan menafsirkan Minanga Tanvar dapat bermaksud dengan pertemuan dua sungai yang diasumsikan pertemuan Sungai Kampar Kanan dan Sungai Kampar Kiri. Penafsiran ini didukung dengan penemuan Candi Muara Takus di tepian Sungai Kampar Kanan, yang diperkirakan telah ada pada masa Sriwijaya.

Berdasarkan Sulalatus Salatin, disebutkan adanya keterkaitan Malaka dengan Kampar. Kemudian juga disebutkan Sultan Malaka terakhir, Sultan Mahmud Syah setelah jatuhnya Bintan tahun 1526 ke tangan Portugal, melarikan diri ke Kampar, dua tahun berikutnya wafat dan dimakamkan di Kampar. Dalam catatan Portugal, disebutkan bahwa di Kampar waktu itu telah dipimpim oleh seorang raja, yang juga memiliki hubungan dengan penguasa Minangkabau. Tomas Dias dalam ekspedisinya ke pedalaman Minangkabau tahun 1684, menyebutkan bahwa ia menelusuri Sungai Siak kemudian sampai pada suatu kawasan, pindah dan melanjutkan perjalanan darat menuju Sungai Kampar. Dalam perjalanan tersebut ia berjumpa dengan penguasa setempat dan meminta izin menuju Pagaruyung.

Selain menyimpan sejarah bernilai tinggi, Riau telah melahirkan banyak ulama-ulama besar yang di kemudian hari memainkan peranan penting di kancah dakwah Islam, baik di dalam maupun di luar negeri. Di dalam negeri, misalnya, kita jumpai ada Ustadz Armen Halim Naro -rahimahullah-, seorang ulama yang terkenal dengan kelembutan hatinya. Sedangkan di luar negeri, tersebut nama Syaikh Ahmad bin ‘Abdullah Kampar Al-Andunusi, salah seorang dewan pengajar Darul Hadits Madinah. Syaikh ‘Umar bin Muhammad Fallatah meriwayatkan bahwa Syaikh Ahmad Kampar merupakan satu dari sekian murid Syaikh Ahmad bin Muhammad Ad-Dihlawi, seorang ulama tersohor dari kalangan Ahlussunnah wal Jama’ah yang telah “mencetak” ulama-ulama besar semacam Syaikh ‘Umar bin Muhammad Fullatah, Syaikh Muhmmad bin ‘Abdurrauf Al-Malibari, Syaikh ‘Abdul Hamid As-Silani, Syaikh Marzuq bin ‘Abdul Mukmin Al-Fullani, dan banyak lagi lainnya termasuk Syaikh Ahmad bin ‘Abdullah Kampar Al-Andunusi.

Bagaimanakah sepak terjang Syaikh Ahmad bin ‘Abdullah Kampar? Hingga detik ini saya belum memperoleh keterangan lebih lanjut karena memang informasi di atas pun baru saya peroleh dari beberapa ikhwan. Mungkin Ustadz Dt Harimau, atau Ustadz Muhammad Elvi Syam mengetahui hal ini.

Sumber: Muqaddimah Syaikh ‘Ali bin ‘Abdul Hamid Al-Halami terhadap tahqiq Tarikh Ahlil Hadits karya Syaikh Ahmad bin Muhammad Ad-Dihlawi Al-Madani, cet. Maktabah Al-Ghuraba’ Al-Atsariyyah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s