Seuntai Kalimat Tentang Sang Penggugah Jiwa, Armen Halim Naro


Armen Halim NaroArmen Halim Naro. Demikian nama lengkapnya. Adalah seorang ulama kenamaan asal Pekanbaru berdarah Melayu-Minang. Jika sudah berbicara, suasana akan terasa sangat sejuk nun damai. Kalimat sastranya selalu menggetarkan jiwa meruntuhkan noda-noda kesombangan dan kecongkakan orang yang mendengarnya.

Lembut hati membuatnya selalu berkaca-kaca jika sudah berbicara betapa kehidupan anak Adam penuh dengan penyesalan. Kedurhakaan dan pembangkangan nafsu manusia selalu membuatnya tersedu-sedu tak tertahan. Kalau sudah seperti itu, jamaah majelisnya pun tak akan kuasa menahan tetesan air mata. Bahkan tak jarang cucuran air mata semakin deras dan deras. Menggetarkan memang.
Pernah suatu kali sahabatku bercerita tentang seorang muslim yang sebelum sama sekali tak pernah peduli dengan agamanya. Mungkin istilah preman lebih cocok disematkan padanya. Namun pada suatu hari Allah memperdengarkan pengajian Armen Halim Naro melalui sebuah radio terkenal yang berpusat di Cilaungsi, Bogor, Jawa Barat. Kesempatan ini memang bukan sesuatu yang pernah direncanakan sebelumnya, walaupun taka da peristiwa di alam semesta ini yang terjadi kebetulan, namun hal tersebut sudah cukup membuat hati anak manusia ini luluh dan lembut. Tak butuh waktu lama.

Sejuruh kemudian, setelah jiwanya betul-betul tersadarkan dari keterlelapannya selama ini, ia segera pangkit. Tiba-tiba rasa rindu dan keinginan kuat dalam jiwa untuk bisa bertemu sang nara sumber sudah tak tertahan lagi. Akan tetapi setelah ia bertanya kesana-kemari bagaimana ia bisa bertemu sang nara sumber, alangkah terkejutnya jawaban yang diterima. Sang ustadz telah berpulang ke haribaan Allah.

Itu lah sepenggal kisah dari berjuta kisah teladan dari seorang Armen Halim Naro yang kiranya sudah menjadi bukti bagaimana pengaruhnya di tengah masyarakat Muslim. “Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dan Allah memiliki karunia yang agung.”
Sejak kali pertama aku mengikuti majelisnya, walaupun melalui youtube, vidio, maupun mp3, tak kuasa betul jiwa bergetar bahkan merinding. Aduhai sekiranya sempat berjumpa dengan sosoknya. Alangkah bahagianya.

Namun sayang berjuta sayang. Seorang Armen Halim Naro sejak 2007 silam sudah harus memenuhi panggilan Rabb-nya. Ya. Pergi ke alam akhirat untuk selama-selamanya. Kepergiannya benar-benar dianggap sebagai masa di mana orang masih membutuhkannya. Di saat manusia menanti kehadirannya. Di saat anak Adam antusias mengjadiri majelis nasehatnya. Tapi apalah daya. Takdir sudah ditentukan. Kertas takdir sudah mengering. Tak bisa diganggugugat. Semoga Allah melimpahkan rahmatnya untuk seorang Armen Halim Naro.

Kini generasi setelahnya hanya bisa menyapanya melalui vidio dan mp3 pelajarannya. Dan yang terpenting adalah buku-buku yang pernah ditulisnya masih sangat amat mudah dijumpai di berbagai toko buku terdekat. Berkat kepiawiannya menerjemahkan wahyu dengan bahasa mayarakat yang memukau, walaupun tidak ada bahasa yang mampu menandingi bahasa wahyu, banyak orang yang kemudian menggandrungi tulisan dan bahsa lisannya. Tak ayal jika buku-buku tergolong sebagai best seller.

Walaupun jasadnya sudah tak nampak lagi, namun keberadaannya sekan masih terus terasa. Seakan beliau masih berada di tengah-tengah kita.

Untuk itu ikutilah ceramah nasehatnya dan bacalah karya tulisannya. Semoga Anda termasuk orang-orang yang lembut hati-nuraninya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s