Jika Melewati Tempat Keramat dan Angker


dalam-rimbaDi beberapa lapisan masyarakat terdapat suatu kepercayaan yang pantas dibilang aneh dan lucu. Keyakinan tersebut ialah kewajiban permisi jika melewati suatu tempat yang diyakini keramat atau angker. Maksudnya supaya orang melawati tempat tersebut minta izin kepada penunggu tempat tersebut dari kalangan jin dan setan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau supaya penunggu tempat tersebut merasa tidak terganggu.

Atau sebuah mitos lain yang berkembang di masyarakat yang mirip dengan mitos di atas, yaitu jika ada orang yang melawati suatu jembatan, maka diwajibkan membunyikan klakson pertanda permisi dan izin pada penunggu jembatan itu. Tentu saja yang mereka maksud penunggu di sini adalah dari kalangan jin dan dedemit. Hal tersebut dilakukan dengan alasan di atas, yaitu supaya si penunggu tidak merasa terganggu sehingga tidak mencelakai pengendara.

Demikianlah kira-kira gambaran mitos yang berkembang di sebagian kalangan masyarakat, utamanya masyarakat Jawa yang agamanya masih lemah sehingga rentan dihinggapi keyakinan-keyakinan yang membinasakan.

Keyakinan semacam ini sebetulnya sudah ada sejak sebelum datangnya Islam. Orang-orang Arab jahiliah pun memiliki keyakinan seperti gambaran di atas. Namun kemudian Allah telah memangkasnya habis-habis dalam Al-Quran dan menjelaskan bahwa hal tersebut hanya akan membuat ‘si penunggu’ dalam hal ini jin merasa tambah berani dan GR, Gede Rasa. Selain itu juga orang yang berkeyakinan seerti di atas akan bertambah takut dan cemas.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

“Dan sesungguhnya ada beberapa orang yang meminta perlindungan pada beberapa jin sehingga mereka bertambah sesat.” (QS: 72: 6).”

Dalam Tafsir-nya, Imam Ibnu Katsir mengatakan:

إذا نزلوا واديا أو مكانا موحشا من البراري وغيرها كما كان عادة العرب في جاهليتها ، يعوذون بعظيم ذلك المكان من الجان ، أن يصيبهم بشيء يسوؤهم

“Apabila mereka menyinggahi daratan lembah atau tempat angker, mereka pun berlindung kepada jin yang menjadi penghulu tempat tersebut agar supaya mereka tidak ditimpa sesuatu yang tidak diinginkan, sebagaimana ini kebiasaan orang-orang Arab jahiliyah.”

Sementara itu, As-Suddi menjelaskan, “Adalah kebiasaan orang-orang yang bepergian beserta keluarganya jika bersinggah di suatu tempat, ia selalu berkata, ‘Aku berlindung kepada penghulu lembah ini dari jin supaya diriku, hartaku, anakku, atu ternakku dicelakai.’” As-Suddi melanjutkan, “Apabila ia sudah berlindung dengan mereka, selain pada Allah, jin pun semakin berani mencelakainya.”

Al-Ustadz Muhammad Jamaluddin Al-Qasimi mengatakan dalam Tafsir-nya, “Kebiasaan orang-orang jahiliyah sebelum datangnya Islam, apabila mereka bersinggah di suatu lembah, mereka akan berkata, ‘Aku berlindung kepada pembesar lembah ini .’ Namun tatkala Islam telah datang, mereka pun berlindung kepada Allah dan meninggalkan penunggu-penunggu lembah itu.”

Kemudian Al-Qasimi melanjutkan, “Karena hal tersebut termasuk tindakan kemusyrikan.”

Lalu apa yang hendaknya dilakukan seseorang ketika bersinggah di suatu tempat yang dianggap menyeramkan?

Dalam kaitan ini, Allah Ta’ala telah menggantikan kebiasaan buruk kaum jahiliyah di atas dengan sesuatu yang lebih baik, yaitu dengan turunnya surah An-Nas dan Al-Falaq yeng mengajarkan manusia untuk hanya berlindung kepada Allah semata dan berlepas diri dari selain-Nya. Demikian pula adanya syariat dzikir pagi dan petang menjadi benteng seorang muslim dari berbagai gangguan jin dan makhluk jahat lainnya.

Imam Muslim meriwayatkan dari Khaulah binti Hakim, beliau mengatakan, “Siapa yang menyinggahi suatu singgahan lantas membaca:

أَعُوْذٌ بِكلمات الله التامات من شر ما خلق.

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala keburukan yang diciptakan-Nya.”

Maka tidak aka nada yang dapat membahayakannya.

Semoga bermanfaat!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s