Ahmad Khathib Sambas, Imamnya Ahli Sanad


ulamaDengan Ahmad Khathib Sambas, penulis akan mengajak pembaca mendengarkan pujian Syaikh ‘Abdussattar bin ‘Abdul Wahhab Ad-Dehlawi yang ditujukan kepada Syaikh Ahmad Khathib Sambas. Beliau berkata:

اَلشَّيْخُ الْعَلَّامَةُ الْمُعَمَّرُ الْفَقِيْهُ، إِمَامُ الشُّيُوْخِ الْمُسْنِدِيْنَ، خِتَامُ الْحُفَّاظِ الْمُعْتَمِدِيْنَ، مِقْدَامُ الْفُقَهَاءِ و الْمُحَدِّثِيْنَ، نَادِرَةُ الدَّهْرِ وَ الزَّمَانِ وَحِيْدُ الْعَصْرِ وَ الْأَوَان

“Seorang syaikh, sangat ‘alim, panjang umurnya, pakar fiqih, imam para ulama ahli sanad, penutup para hafizh yang menjadi topangan, penghulu dari para pakar fiqih dan hadits, manusia langka, dan orang terdepan di zamannya…”

   Demikian pujian Ad-Dehlawi yang memukau dan menakjubkan yang beliau tujukan kepada Ahmad Khathib Sambas ketika membicarakan perjalanan hidupnya dalam Faidh Al-Malik Al-Wahhab Al-Muta’ali.

Tentu setelah kita mendengar dan menyaksikan pujian dari salah seorang ulama kenamaan di atas akan segeri bertanya-tanya dan tidak sabar untuk menyimak dan melacak siapa gerangan empu pujian di atas. Baiklah, sekarang penulis ajak pembaca untuk menelusuri perjalanan hidup Ahmad Khathib Sambas.

Tokoh yang satu ini sejatinya bernama lengkap Syaikh Ahmad Khathib Sambas bin Syaikh ‘Abdul Ghaffar Sambas bin ‘Abdullah bin Muhammad Sambas. Ulama kenamaan asal Sambas, Kalimantan Barat ini dilahirkan pada bulan Shafar 1217 H di negeri asalnya itu.

                Ia membaca Al-Quran Al-Karim dengan bertajwid dan mengokohkannya. Dan mempelajari berbagai disiplin ilmu dari para ulama di zamannya. Di antaranya adalah Syaikh Nuruddin. Ia juga berhasil menghafal berbagai matan kitab.

                Ketika umurnya mencapai 19 tahun, yaitu pada tahun 1236 H, ia melawat ke Makkah dan berkumpul dengan sejumlah ulama. Di antaranya ialah:

  • Syaikh Muhammad Shalih Ar-Rayyis Az-Zubairi
  • Syaikh ‘Umar ‘Abdurrasul
  • Syaikh ‘Abdul Hafizh Al-‘Ujaimi, mufti Makkah

Ia juga mengahdiri pengajian para ulama yang mulia seperti:

  • Al-‘Allamah Busyra Al-Jabarti
  • Sayyid Ahmad Al-Marzuqi, mufti pembesar ulama malikiyyah
  • Sayyid ‘Abdullah yang kondang dengan sapaan Mirghani, mufti Makkah
  • Al-‘Allamah ‘Utsman Ad-Dimyathi
  • Dan selain mereka

Termasuk di antara daftar guru-gurunya di Makkah Al-Musyarrafah yang mejadi tempat bermulazamah adalah seorang ulama kenamaan yang sebangsanya, yaitu Syaikh ‘Abdul Ghani Bima Al-Jawi, salah seorang murid Syaikh ‘Utsman Ad-Dimyathi tersebut di atas.

Setelah dirasa cukup dan mumpuni, ia diperbolehkan mengajar di Masjidil Haram. Beliau pun mulai menyibukkan diri menebarkan dan mengambil faidah serta beribadah hingga kembali ke haribaan Allah Jalla wa ‘Ala.

Ahmad Khathib Sambas terkenal dengan keunggulannya atas kawan-kawan sejawatnya dengan kecerdasannya. Ia tinggal di Makkah dalam keadaan mulia dan sejahtera sampai kewafatannya pada bulan Shafar tahun 1289 H, sedangkan saat itu usianya telah mencapai 72 tahun, dan dimakamkan di Ma’lah. Semoga Allah berkenan melimpahinya rahmat.

Syaikh Ahmad Khathib bin ‘Abdullah As-Sambasi Al-Jawi meninggalkan beberapa keturunan yang mulia. Di antara mereka ialah Syaikh Yahya Khathib As-Sambasi, yang digelari sebagai sastrawan, dan cerdik oleh Syaikh Ad-Dehlawi, dan ‘Abdul Ghaffar.[1]

[1] Al-Mukhtashar min Nasyr An-Nur wa Az-Zuhar (hlm. 86-87), Faidh Al-Malik Al-Wahhab Al-Muta’ali (I/273-274), Siyar wa Tarajim (hlm. 71). Juga Nazhm Ad-Durar (hlm. 114).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s