Lemahnya Hadits: Ramadhan Diawali dengan Rahmat


lemahUmumnya pada bulan Ramadhan, di masjid-masjid banyak diadakan kajian dan taklim. Sesuatu yang jarang didapati di selain bulan penuh keberkahan ini. Para juru ceramah pun kualahan menghadapi permintaan masyarakan yang begitu meledak. Sehingga karena mungkin kehabisan ‘stok’ pendekar agama, ditunjuklah orang-orang yang berpenampilan layaknya ‘pendekar’ agama. Akibatnya sering menimbulkan ‘kekacauan’ di tengah masyarakat dan tidak sedikit meninggalkan ‘masalah’. ‘Kekacauan’ ini memang tidak bersifat fisik, namun lebih abstrak, karena kaitannya dengan agama. Banyak orang-orang yang kemudian bertambah bingung setelah mendengarkan isi ceramahnya. Pasalnya, sumber yang dijadikannya rujukan pun tidak jelas dari mana.

Salah satu sebab ‘kekacuan’ ini ialah banyaknya hadits-hadits yang tidak bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya yang dihembuskan ke tengah masyarakat yang nota bene tidak tahu menahu masalah ini. Dampak buruknya pun jelas, aka nada generasi yang membangun ibadah dan syariat di atas hadits lemah atau bahkan palsu. Padahal, kaedah umum mengatakan bahwa hadits lemah dan palsu tidak bisa dijadikan pondasi syariat. Jika ada yang masing ngotot ingin membangun syariat di atas khabar lemah ini, maka pada gilirannya akan timbul perkara bid’ah, sesuatu yang lebih dicintai Iblis daripada ma’siat pada umumnya.

Nah, salah satu dari sekian banyak hadits palsu tersebut adalah keutamaan Ramadhan yang awalnya rahmat, pertengahannya maghfirah, dan akhirnya pembebasan dari neraka. Berikut selengkapnya.

Teks Hadits:

أَوَّلُ شَهْرِ رَمَضَانَ رَحْمَةٌ، وَ أَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَ آخِرُهُ عِتْقلٌ مِنَ النَّارِ

“Permulaan bulan Ramadhan merupakan rahmat, pertengahannya maghfirah, dan akhirnya merupakan pembebeasan dari neraka.”

Hadits ini merupakan cuplikan dari sebuah hadits panjang yang bunyinya sebagai berikut:

يا أيها الناس قد أظلكم شهرٌ عظيم، شهر مبارك شهرٌ فيه ليلة خيرٌ من ألف شهر، جعل الله صيامه فريضةً، وقيام ليله تطوعًا. مَنْ تقرَّب فيه بخصلةٍ من الخير كان كمَنْ أدَّى فريضةً فيما سواه، ومَنْ أدَّى فيه فريضةً كان كمَنْ أدَّى سبعين فريضةً فيما سواه، وهو شهر الصبر، والصبر ثوابه الجنة، وشهرُ المواساة، وشهر يُزاد فيه رزق المؤمن، ومَنْ فطَّر فيه صائمًا كان مغفرة لذنوبه، وعتق رقبته من النار، وكان له مثل أجره من غير أن ينتقص من أجره شيء

“Wahai manusia sekalian, kalian sudah dinaungi bulan agung. Bulan yang diberkahi. Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah menjadikan puasa pada bulan itu sebagai suatu kewajiban, sementara shalat malamnya dijadikan sebagai sesuatu yang sunnah. Siapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan satu kebaikan, maka sama saja dengan orang yang mengerjakan kewajiban di waktu selain Ramadhan. Siapa yang melakukan suatu kewajiban, berarti seperti halnya orang yang melaksanakan 70 kewajiban di selain Ramadhan.

Ramadhan merupakan bulan kesabaran. Sedangkan pahala kesabaran itu surga. Ia juga merupakan bulan pelipur lara, dan bulan di mana rizki orang mukmin akan ditambah. Siapa saja yang memberi buka orang puasa di bulan tersebut, maka hal tersebut akan menjadi penghapus dosa-dosanya, pembebas dirinya dari api neraka, dan untuknya pahala orang yang diberi buka tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.”

“Wahai Rasulullah, tidak semua kami memiliki sesuatu untuk memberi buka orang yang berpuasa,” keluh para shahabat.

يعطي الله هذا الثواب مَنْ فطَّر صائمًا على مذقة لبن، أو تمرة، أو شربة من ماء، ومَنْ أشبع صائمًا سقاه الله من الحوض شربةً لا يظمأ حتى يدخل الجنة ، وهو شهر أوَّله رحمة، ووَسَطه مغفرة، وآخره عتقٌ من النار

فاستكثروا فيه من أربع خصال؛ خصلتان ترضون بهما ربكم، وخصلتان لا غنى بكم عنهما؛ أما الخصلتان اللتان ترضون بهما ربكم: فشهادة أن لا إله إلا الله وتستغفرونه، وأما الخصلتان اللتان لا غنى بكم عنهما: فتسألون الجنة، وتعوذون من النار

“Allah akan memberikan pahala kepada orang yang memberi buka orang yang berpuasa meskipun hanya dengan setetes susu masam, sebiji kurma, atau seteguk air. Siapa yang memberi kenyang orang yang berpuasa, maka Allah akan memberinya minuman dari telaga Haudh yang tidak akan membuatnya merasa dahaga lagi hingga memasuki surge. Bulan itu diawali dengan rahmat, pertengahannya maghfirah, dan akan diakhiri dengan pembebasan dari neraka.

Oleh sebab itu, maka perbanyaklah melakukan empat hal. Dua hal di antaranya menyebabkan kalian merasa ridha dengan Rab kalian, sementara dua hal lainnya merupakan sesuatu yang kalian perlukan. Adapun dua hal yang dengannya kalian meridhai Rab kalian ialah syahadat bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan kalian meminta ampun kepada-Nya, sedangkan dua hal yang selalu kalian butuhkan ialah kalian memohon surga dan berlindung dari neraka.”

Keterangan:

Hadits tersebut di atas diriwayatkan oleh Al-Muhamili dalam Al-Amali (V/no. 50), dan Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya (no. 1887) dengan memberikan isyarat akan keraguannya dengan kata-kata, “Jika valid,” dan Al-Wahidi dalam Al-Wasith (I/640/1-2) dari ‘Ali bin Zaid bin Jud’an, dari Sa’id bin Al-Musayyab, dari Salman Al-Farisi, beliau mengatakan, “Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– memberikan kami khuthbah pada bulan Sya’ban, ujarnya, ‘… .”

            Hadits ini berderajat dha’if (baca: lemah) karena di dalamnya sanadnya terdapat ‘Ali bin Zaid bin Jud’an yang tak lain merupakan sosok perawi yang lemah, sebagaimana yang diketengahkan Imam Ahmad. Imam Ibnu Khuzaimah sendiri menyatakan, “Aku tidak memakainya sebagai hujjah karena hafalannya buruk.” Oleh karena itu tidak heran tatkala beliau meriwayatkan hadits ini, beliau membarenginya dengan ungkapan yang memberi informasi keraguannya, yaitu, “…jika memang valid.” Lebih tepatnya, beliau memberi judul bab: “باب: فضائل شهر رمضان إن صح الخبر”, yaitu “Bab: Beberapa Keutamaan Bulan Ramadhan Jika Haditsnya Valid. Wallahua’lam.

Refrensi:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s