Mengenal Ulama Syafi’i, Muhammad Al-Khathib Asy-Syirbini


السراج للشربيني

  • Namanya

Ia bernama Al-Imam Al-‘Allamah Syamsuddin, Muhammad bin Ahmad Al-Khathib Asy-Syarbini Asy-Syafi’i atau biasa disapa dengan “Al-Khathib Asy-Syirbini” saja.

Seorang ulama bermadzhab Syafi’i yang pakar dalam pelbagai disiplin ilmu semacam fiqih, tafsir, nahwu, sharaf, dan lainnya.

  • Kelahiran dan pertumbuhannya

Para sejarawan yang menulis biografinya tidak ada satu pun yang menyinggung tahun kelahirannya.

Asy-Syarbini tumbuh besar di Syirbin, yaitu suatu distrik di Kabupaten Daqahliyah, Mesir. Dalam umurnya yang masih terhitung belia, ia sudah mampu menghafal Al-Quran secara sempurna. Lantas ia melanjutkan belajarnya kepada sejumlah ulama besar di negerinya dalam berbagai cabang ilmu, seperti fiqih, nahwu, bahasa Arab, tafsir, dan balaghah.

  • Ustadz-ustadzya

Diriwayatkan bahwa Muhammad bin Ahmad Al-Khathib telah menyantri kepada sejumlah ulama besar di masanya. Di antaranya ialah:

  • Syaikh Ahmad Al-Barlasi
  • Syaikh Nuruddin Al-Mahalli
  • Syaikh Nuruddin Ath-Thahrani
  • Syaikh Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Khalil An-Nasyaki Al-Kurdi
  • Syaikh Al-Badr Al-Masyhadi
  • Syaikh Syihabuddin Ar-Ramli yang bergelar Syafi’i kecil
  • Syaikh Nashiruddin Ath-Thiblawi
  • Syaikh Nashiruddin Al-Laqqani
  • Syaikh Jamaluddin As-Sinani
  • Dan banyak lagi lainnya

 

Setelah beliau mencapai tingkatan mampu memberi fatwa dan mengajar, para ustadz-ustadz tadi berkenan memberinya izin untuk menzakati ilmunya. Sehingga beliau pun mulai mengeluarkan fatwa dan mengajar dalam sepanjang hidupnya.

Perlu diketahui pula, bahwa Asy-Syirbini termasuk santri Al-Azhar hingga menyelesaikan studinya. Kemudian setelah itu, ia pun mengajar di almamaternya itu.

Karena kegiatannya mengajar itu, banyak para penuntut ilmu dan selainnya merasakan manfaat besar atas apa yang beliau tekuni itu. Oleh karena sangking banyaknya orang yang merasakan manfaat itu, sehingga jumlahnya pun tak terkira.

  • Zuhud dan kewara’annya

Syaikh Muhammad sudah terkenal dengan keilmuan, amal, zuhud, wara’, dan banyak ibadah. Meskipun demikian, beliau terkenal dengan ketawadhuannya dan sifatnya yang pemalu. Beliau terkenal dengan pengorbanannya demi orang lain meski dirinya dalam kesempitan yang sama.

Di antara kebiasaanya yang pantas dijadikan sebagai panutan ialah kebiasan memulai itikaf di awal bulan Ramadhan. Beliau tidak akan keluar dari masjid kecuali setelah menunaikan shalat ‘ied.

Apabila beliau melaksanak ibadah haji, beliau tidak pernah mengendarai kendaraan kecuali setelah merasakan lelah yang amat sangat. Biasanya beliau memberi pengajian kepada orang-orang yang berjalan bersamanya sedari awal perjalanan. Di pengajian itu materi yang beliau sampaikan berkisar pada tatacara ritual ibadah haji, adab safar, hukum jama’ dan qashar shalat. Selain itu beliau juga banyak memberi support kepada sekalian pendengar untuk senantiasa memperbanyak ibadah shalat.’مغني

Ketika sudah berada di Makkah, Muhammad banyak melakukan ibadah thawaf.

Keistimewaan yang ada pada diri Muhammad lain yang banyak dilupakan sebagian atau kebanyakan orang ialah banyak memberikan sanjungan kepada segenap gurunya dan sama sekali tidak membeberkan aib mereka.

Keadaannya yang banyak melakukan ibadah, membuatnya tidak terlalu menggubris urusan yang bersifat duniawi, tidak pernah berusaha memperoleh kedudukan, tidak mendekati orang-orang pemerintahan, dan bahwakan boleh jadi tidak tahu mereka-mereka.

  • Madzhab fiqihnya

Bagaikan waktu di pertengah siang hari, tidak ada satu pun orang yang meragukan madzhab yang dianutnya. Ya, madzhabnya adalah madzhab yang pernah dipelopori oleh Imam kita, Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i –rahmatullah ‘alaih-. Hal ini nampak jelas dari buku-buku yang ditulisnya, terutama dalam bidang fiqih.

  • Warisan intelektualnya

Oleh karena keilmuannya yang amat luas itu, Syaikh Muhammad bin Ahmad Al-Khathib Asy-Syarbini Asy-Syafi’i mampu menulis dan menyusun berbagai buku dalam banyak cabang ilmu. Tentu saja ini menjadi penguat akan kedudukannya sebagai seorang ulama yang diakui oleh seluruh ulama di seantero dunia Islam.

Berikut adalah beberapa nama kitab yang pernah beliau wariskan kepada kita:

  • As-Siraj Al-Munir fi Al-I’anah ‘ala Ma’rifah Ba’dh Ma’ani Kalam Rabbina Al-Hakim Al-Khabir yang tak lain merupakan kitab tafsir lengkap yang biasa dikenal dengan nama Tafsir Al-Khathib Asy-Syirbini dalam 4 jilid.

Terkait kitab ini, pada tahun 1428 H/2002 M salah seorang mahasiswi Universitas Al-Azhar yang bernama Wafa’ Mahmud Sa’dawi pernah menulis disertasi bertajuk Al-‘Allamah Al-Khathib Asy-Syirbini wa Manhajuh fi Tafsir As-Siraj Al-Munir di bawah bimbingan Prof. Dr. Hindiyyah Ahmad Muhammad ‘Amir HawasB26hUBwCYAEVk8T.jpg large

  • Al-Iqna’ fi Hall Alfazh Abi Syuja’ dalam cabang ilmu fiqih. Sesuai dengan namanya, kitab ini memang merupakan komentar dan penjabaran untuk matan fiqih Syafi’i karya Abu Syuja’ Ahmad bin Al-Husain Al-Ashfahani yang bertajuk Al-Ghayah wa At-Taqrib atau dengan judul lain Ghayah Al-Ikhtishar. Yang pertama kali mengajarkan kitab ini ialah penulisnya sendiri. Diriwayatkan beliau mengajarkan kitab ini kepada santri-santrinya di jenjang ‘Aliyah di Al-Azhar. Karyanya yang salah satu edisinya ada pada penulis biografi ini diselesaikan penulisannya pada 974 H. Kitab ini termasuk kitab penting dan memiliki kedudukan tinggi dalam madzhab Syafi’i. Sebagai buktinya ialah banyaknya ulama setelahnya yang menaruh perhatian kepada kitabnya ini. Salah satunya dengan memberikan penjabaran yang lebih lengkap. Sebut saja misalnya:
  • Syaikh Muhammad Mujahid Abu An-Naja (w. 972) dalam Tuhfah Al-Habib ‘ala Syarh Al-Khathib
  • Syaikh Ahmad bin Muhammad Al-Qalyubi (w. 1069)
  • Syaikh Syaikh Ibrahim bin ‘Atha bin ‘Ali Al-Marhumi (w. 1073)
  • Syaikh Abul Faidh ‘Abdurrhman bin Yusuf bin Muhammad Al-Ujhuri (w. 1083) dalam Fath Al-Lathif Al-Mujib Bima Yata’allaq bi Iqna’ Al-Khathib
  • Syaikh Ibrahim bin Muhammad Al-Birmawi (w. 1106) yang kemudian oleh Syaikh Muhammad bin Muhammad bin Husain Al-Ambabi (w. 1313) diberi beberapa taqrirat
  • Syaikh Ahmad bin ‘Umar Ad-Dirbi (w. 1151) dalam Fath Al-Malik Al-Qarib fi Al-Kalam ‘Ala Akhir Syarh Al-Khathib
  • Syaikh Hasan bin ‘Ali Al-Madabighi (w. 1170) dalam Kifayah Al-Labib fi Hall Syarh Abi Syuja’ li Al-Khathib
  • Syaikh Isma’il bin ‘Abdurrahman Al-Bulbisi (w. 1179)
  • Syaikh Muhammad bin Sulaiman Al-Kurdi (w. 1193)
  • Syaikh Ahmad bin Ahmad bin Muhammad As-Suja’i (w. 1197) dalam Azhar Riyadh Ridha At-Tahqiq wa At-Tadqiq
  • Muhammad bin Ibrahim bin Yusuf Al-Haitami As-Sijjini Abu Al-Irsyad (w. 1197)
  • Syaikh Muhammad bin ‘Abdullah bin Siraj
  • Syaikh Sulaiman bin ‘Umar Al-Jamal (w. 1204)
  • Syaikh Syaikh Sulaiman bin Muhhammad bin ‘Umar Al-Bujairami (w. 1221) dalam Tuhfah Al-Habib ‘ala Syarh Al-Khathib
  • Syaikh ‘Abdullah bin Muhammad Asy-Syafi’i An-Nabrawi (w. 1275)
  • Syaikh Syaikh ‘Iwadh yang hidup pada abad ke-13
  • Syarah At-Tanbih dalam fiqih Syafi’i karya Imam Abu Ishaq Asy-Syirazi (w. 476)
  • Mughni Al-Muhtaj Ila Ma’rifah Alfazh Al-Minhaj (Minhaj Ath-Thalibin) dalam fiqih Syafi’i yang juga merupakan sebuah syarah untuk Minhaj Ath-Thalibin karya Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi Ad-Dimasyqi Asy-Syafi’i (w. 676)
  • Manasik Al-Haj Al-Kabir yang merupakan fiqih ringkas yang menyajikan tatacara menunaikan ibadah haji. Kitab ini telah diberi komentar dan syarah oleh:
  • Syaikh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah Al-Makki Asy-Syafi’i (w. 1335)
  • Manasik Al-Haj Ash-Shaghir yang juga fiqih ringkas mengenai tataca ibadah haji menurut madzhab syafi’i yang di kemudian hari disyarah oleh:
  • Sayyid ‘Alim Al-Hijaz Syaikh Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin ‘Arabi bi ‘Ali Al-Jawi Al-Bantani Asy-Syafi’i (w. 1316) dalam Fath Al-Mujib fi Syarah Mukhtashar Al-Khathib yang baru-baru ini diterbitkan oleh Dar Ibn Hazm dan Al-Jaffan Al-Jabi dengan pengawasan Bassam ‘Abdul Wahhab Al-Jabi
  • Syarh Minhaj Ad-Din fi Syu’ab Al-Iman dalam 3 jilid. Kitab ini pun syarah untuk sebuah kitab ushuliddin karya Abu ‘Abdullah Husain bin Al-Hasan Al-Hulaimi Al-Jurjani Asy-Syafi’i (w. 403)
  • Syarah untuk Al-Bahjah Al-Wardiyyah dalam fiqih Syafi’i karya Imam Ibn Al-Wardi
  • Risalah fi Al-Basmallah wa Al-Hamdalah
  • Risalah fi Birr Al-Walidain wa Shilah Ar-Rahim
  • Al-Mawa’izh Ash-Shafiyyah ‘ala Al-Manabir Al-‘Aliyyah
  • Sawathi’ Al-Hikam Al-‘Athaiyyah
  • Nur As-Sijjiyyah fi Hall Alfazh Al-Ajurrumiyyah. Kitab ini sudah dicetak dengan cetakan penuh khidmat dari pihak Darul Minhaj Jeddah. Selain itu, ada pula cetakan Darul Kutub Al-‘Ilmiyah Beirut yang kemungkinan besar hasil jiplak dari cetakan Darul Minhaj.
  • Fath Al-Khaliq Al-Malik fi Hall Alfazh Alfiyah Ibn Malik. Kitab yang membicarakan Alfiyah Ibn Malik ini pun sudah dicetak belakangan oleh Dar Adh-Dhiya’ Kuwait dalam beberapa jilid tebal. Walhamdulillah.
  • Taqrirat Asy-Syirbini ‘ala Al-Muthawwal dalam ilmu Balaghah karya At-Taftazani
  • Syarah Syawahid Qathr An-Nada wa Ball Ash-Shada
  • Al-Fath Ar-Rabbani fi Hall Alfazh Tashrid ‘Izziddin Az-Zanjani
  • Mughits An-Nada syarah Qathr An-Nada

Wallahua’lam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s