Dan Dukun pun Lari Terbirit-birit


kyai-dukun

Tauhid dan syirik merupakan dua belah pihak yang sama sekali tidak akan bisa berdampingan, apalagi bersatu. Keduanya memiliki latar belakang yang kontras berbeda. Tauhid merupakan jalan para Nabi dan Rasul, sementara syirik merupakan ajaran setan dan Iblis. Oleh karena itu, tauhid akan terus berada dalam kejayaan, sedangkan syirik akan terus berada dalam kondisi hina meski banyak orang yang membanggakannya.

Keutamaan dan kelebihan tauhid bukan satu hal yang ditutup-tutupi. Ia bagaikan cahaya di pertangan hari. Oleh karena itu orang yang berpegang teguh dengannya, akan selalu berjaya dan merdeka sepanjang masa. Lain halnya dengan para pengagum ritual syirik yang hanya akan berada pada kondisi memilukan dan hina di mata siapa saja yang berakal. Kelak di akhirat, mereka akan Allah ceburkan ke dalam jurang neraka.

Allah berfirman yang tafsirnya, “Sesungguhnya orang yang mensekutukan Allah, Allah benar-benar akan mengharamkan surga atasnya dan tempat kembalinya adalah neraka.” [QS Al-Maidah: 72]

Dan berikut adalah sepenggal kisah yang membuktikan bahwa ahli tauhid akan selalu berada di atas kejayaan, sementara ahli syirik akan senantiasa dalam keadaan hina-dina. Agar penasaran Anda segera terobati, langsung saja kita persilahkan Al-Ustadz Abuzzubair Al-Hawari agar berkenan membawakan kisah yang memang beliau alami secara langsung,

“Sekitar tahun 2004 di Gobah Pekanbaru, ada satu keluarga terjerat perdukunan. Berawal dari salah satu anggota keluarganya yang sakit lalu berobat ke sepasang dukun (laki n perempuan) mulailah mereka terjerat. Sampai akhirnya dukun mengatakan bahwa dia sudah memagari rumah mereka dengan pagar gaib..dan sebagai maharnya 1 juta setiap anggota keluarga. Total mahar semuanya 10 juta.
Salah seorang anggota keluarga yg masih ragu kepada dukun tersebut mendatangi ana minta solusi.
Ana jelaskan kepada dia tentang hukum dukun dan perdukunan di dalam islam. Kemudian dia minta bantuan agar bisa lepas dari dukun tersebut yang tiap hari datang kerumah mereka dengn berbagai dalih.
Ana katakan kepada orang itu, “Jika dukun itu datang lagi, hubungi ana..ana segera ke rumah kalian.
Akhirnya si dukun pun datang dan ana dihubungi , langsung meluncur ke tkp. Sesampai di tkp, ana kumpulkan se isi rumah dan ana minta dukun itu juga gabung duduk bersama.
Si dukun duduk tidak jauh dari ana, hanya dibatasi satu orang. Setelah semua duduk, mulailah ana menyampaikan kajian tentang tauhid vs syirik, termasuk ana bahas masalah perdukunan sebagai salah satu contoh kesyirikan.
Sepertinya si dukun jiwanya kepanasan. Dia duduk dengan gelisah..napasnya tampak mulai sesak. Tiba-tiba dia berdiri dan lari ke dapur..
Ana terus melanjutkan kajian. Salah seorang anggota keluarga itu menyusul ke dapur. Ternyata dia dapati si dukun sedang menghubungi pasangannya, dia berkata kepada pasangannya, “Dek..bantu abang…abang sudah nggak kuat!”.
Sementara itu, entah dari mna datangnya anjing2 berkumpul di depan pintu dapur, melolong bersahut-sahutan.
Akhirnya si dukun kabur….dan tidak pernah datang lagi.
Alhmdulillah atas nikmat tauhid.”

Kisah di atas tentu tidak hanya sekedar didengar dan sebagai hiburan semata, namun di sana tersimpan sekian hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik. Antara lain, sebagai ahli tauhid, tidak sepantasnya takut dengan ahli syirik. Sebab, ahli tauhid akan selau berada dalam lindungan Allah ‘Azza wa Jalla. Sementara ahli syirik meski nampaknya memiliki kemampuan luar biasa, namun penolongnya hanyalah sesama makhluk yang lemah dan hina, yakni setan dan konco-konconya. Seawam-awamnya seorang Muslim yang bertauhid, akan mampu mengalahkan pakar syirik tingjat apa pun dengan seizin Allah Ta’ala.

Semoga bermanfaat!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s