OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Siapapun ingin nasehatnya dapat didengar semua orang. Akan tetapi pada kenyataannya tidak sedikit orang yang kerap gagal memberi nasehat orang lain. Memang benar, hidayah taufiq murni datang dari Allah ‘Azza wa Jalla. Namun tidak keliru jika kita tetap berusaha semaksimal mungkin untuk meraih hidayah (petunjuk). Oleh karena itu berikut tips agar nasehat lebih dapat didengar orang yang kita beri nasehat.

Dalam Hidayah As-Salikin fi Suluk Maslak Al-Muttaqin hlm. 318, Syaikh Abdush Shamad bin Abdurrahman bin Abdul Jalil Al-Filimbani –rahimahullah– mengatakan,

“Jangan engkau ajar dan jangan engkau tegur akan seorang daripada mereka melainkan jikalau engkau lihat akan alamat (baca: tanda) yang menunjukkan ia akan menerima pengajaranmu itu.

Maka jika tiada yang demikian itu, niscaya tiada ia mendengar akan perkataanmu dan jadi ia membantah atasmu.

Dan apabila tersalah mereka itu di dalam masalah dan benci mereka itu akan ditegur oleh orang, maka jangan engkau tegur akan mereka itu. Karena yang demikian itu membawa kepada perkelahian jika jadi sebab yang demikian itu berbuat maksiat.
Maka engkau sebutkan yang sebenarnya tetapi dengan perkataan yang lebih lembut dan jangan dengan keras.”

Wallahua’lam. []

Iklan