Adakah Tuntunan Pindah Tempat Untuk Mengerjakan Shalat Sunnah Usai Shalat Wajib?


sajadah

Terkadang kita jumpai sekelompok orang yang berpandangan wajib berpindah tempat untuk mengerjakan shalat sunnah usai mengerjakan shalat wajib. Bahkan jika berada di masjid, orang yang berpandangan semacam itu terkadang memaksa orang di sampingnya untuk bertukar tempat duduk. Namun apakah apakah hal tersebut ada tuntunannya dalam syariat Islam? Ataukah hanya kesalahfahaman belaka? Baiklah, untuk menjawab teka teki di atas, alangkah baiknya jika kita simak penjelasan Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz, mufti Kerajaan Saudi Arabiya di masanya. Berikut bunyi teks dalam kitab Tuhfah Al-Ikhwan Bi Ajwibah Muhimmah Tata’allaq Bi Arkan Al-Islam pada halaman ke-93 yang sudah saya terjemahkan.

Pertanyaan: Apakah ada hadits yang menyebutkan adanya sunnah berpindah tempat untuk mengerjakan shalat sunnah usai mengerjakan shalat wajib?

Jawab: Setahuku tidak ada hadits shahih yang menyebutkan tentang hal tersebut. Akan tetapi Ibnu ‘Umar –radhiyallahu ‘anhuma– dan banyak ulama-ulama Salaf biasa mempraktekkannya. Permasalahan dalam masalah ini lapang, alhamdulillah.

Tentangnya terdapat sebuah hadits dha’if yang diriwayatkan oleh Abu Dawud -rahimahullah- yang bisa dikuatkan dengan praktek Ibnu ‘Umar –radhiyallahu ‘anhuma– dan ulama-ulama Salaf yang mempraktekkannya.

Wallah waliyyuttaufiq.

Jadi, sebenarnya tidak ada tuntunan khusus dari Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Akan tetapi praktek orang-orang terdahulu, maksudnya para shahabat dan generasi yang datang setelahnya, membuktikan ada asal daripada amalan ini. Kemungkinan faktor pendorong amalan ini, antara lain, firman Allah dalam Al-Quran yang mengabarkan bahwa kelak pada hari kiamat bumi akan menjadi saksi di pengadilan-Nya. Sehingga dengan memperbanyak berbuat baik di berbagai belahan bumi, maka saksi akan semakin kuat.

Hanya saja, yang perlu digarisbahawi, bahwa perbautan berbindah posisi untuk melakukan shalat sunnah usai shalat wajib tidak bisa dihukumi sebagai sesuatu yang wajib. Wallahu a’lam. []

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s