Adab Makan dan Minum (2)


sendok-1

Adab di Pertengahan Makan

  1. Memulai dengan doa, ‘Bismillâ”

Rasulullah ﷺ bersabda,

إذا أكل أحدكم فليذكر اسم الله عليه تعالى ، فإن نسي أن يذكر اسم الله تعالى في أوله فليقل : بسم الله أوله و آخره

“Apabila salah seorang di antara kalian hendak makan, seyogyanya menyebut nama Allah. Jika lupa menyebut nama Allah Ta’ala di awal makan, hendaknya mengucapkan, ‘Bismillah awwalahu wa akhirahu.’” (HR Imam Ahmad dan Abu Dawud)

Umayyah bin Makhsyi Ash-Shahabi menceritakan, ketika Rasulullah ﷺ sedang duduk-duduk, ada seseorang makan tanpa menyebut nama Allah hingga tinggal satu suapan lagi, dan ketika mengangkat sesuapan itu ke mulutnya, ia berdoa, “بسم الله أوله و آخره”. Melihat tesebut, Rasulullah ﷺ tertawa lantas bersabda, “Tidak henti-hentinya setan makan bersamanya. Ketika ia membaca nama Allah, setan langsung memuntahkan apa yang ada dalam perutnya.” (HR Abu Dawud dan An-Nasa’i)

Dalam Al-Adzkar, Imam An-Nawawi mengatakan,

“Beberapa ulama semadzhab kami dan lainnya mengatakan, disunnahkan mengeraskan bacaan basmalah agar menjadi pengingat orang lain mengucapkan basmalah dan agar agar dapat diikuti.”

  1. Makan dengan menggunakan 3 jari tangan kanan, mempersedikit suapan, mengunyah dengan baik, mengambil makanan dari yang terdekat, bukan dari tengah-tengah piring.

Rasulullah ﷺ bersabda,

يا غلام ، سم الله، و كل بيمينك ، و كل مما يليك

“Nak, sebutlah nama Allah, makananlah dengan tangan kananmu, dan makananlah dari yang terdekat.” (HR Al-Bukhari-Muslim)

Rasulullah ﷺ juga bersabda,

البركة تنزل وسط الطعام ، فكلوا من حافيته و لا تأكل من وسطه

 Keberkahan itu turun di tengah-tengah makanan. Oleh karena itu, makanlah dari pinggirnya, jangan makan dari tengahnya.” (HR At-Tirmidzi)

  1. Tidak minum langsung dari qirbah atau teko.

Abu Sa’id Al-Khudriyy mengatakan, “Rasulullah ﷺ memecah siqa’ (kantong dari kulit) yaitu memecah mulutnya dan minum darinya.” IHR Al-Bukhari-Muslim)

Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu– juga mengatakan, “Rasulullah ﷺ melarang minum dari mulut siqa’ atau qirbah.”

  1. Boleh minum sembari berdiri namun yang paling utama adalah sembari duduk.

‘Abdullah bin ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhu– menceritakan, “Aku memberi Nabi ﷺ air zamzam. Beliau meminumnya sembari berdiri.”

An-Nazzal bin Sabrah –radhiyallahu ‘anhu– mengatakan, “Ali mendatangi pintu Rahbah (halaman Masjid Kufah) lalu minum sambil berdiri, lantas berkata, “Rasulullah ﷺ melakukan sebagaimana kalian melihatku melakukannya.” (HR Al-Bukhari)

Dari Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu-, dari Nabi ﷺ, bahwasannya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri. Qatadah berkata, “Kami bertanya pada Anas, ‘Kalau makan?’ Beliau menjawab, ‘Itu lebih buruk atau lebih jelek lagi.” (HR Muslim)

  1. Apabila ada makanan yang jatuh dari piring, hendaknya membersihkan kotoran yang menempel lalu memakannya.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila ada suapan salah seorang kalian yang jatuh, maka ambillah dan bersihkanlah kotoran yang menempel padanya kemudian hendaknya ia memakannya dan tidak membiarkan untuk setan.” (HR Muslim)

  1. Tidak meniup makanan yang panas serta tidak memakannya sampai dingin, tidak meniup minuman ketika meminumnya dan seyogyanya tidak menghembuskan nafas kecuali di luar bejana atau gelas 3 kali.

Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu– berkata, “Bahwasannya Rasulullah ﷺ bernafas tiga kali ketika minum.” (HR Al-Bukhari-Muslim)

Imam An-Nawawi menjelaskan, “Maksudnya, bernafas tiga kali di luar bejana.”

Abu Sa’id Al-Khudriyy menceritakan, “Rasulullah ﷺ melarang meniup minuman.” Ada orang yang berkata, “Aku melihat adanya kotoran dalam bejana.” Rasulullah ﷺ menjawab, “Tuangkanlah!” Orang tadi berkata pula, “Aku tidak puah hanya dengan satu nafas.” Beliau ﷺ bersabda, “Kalau begitu, jauhkan gelas dari mulutmu!” (HR At-Tirmidzi)

  1. Mengunyah makanan dengan baik dan menjilati piring serta jari-jemari sebelum mengelapnya dengan sapu tangan atau mencucinya.

Rasulullah ﷺ bersabda,

 

إذا أكل أحدكم طعاما فلا يمسح أصابعه حتى يلعقها أو يلعقها

 

“Apabila salah seorang kalian makan makanan, hendaknya jangan tidak membasuh jari-jemarinya sebelum menjilatinya atau dijilatinya.” (HR Al-Bukhari dan Abu Dawud)

Jabir bin ‘Abdullah –radhiyallahu ‘anhu– pernah mengatakan bahwasannya Rasulullah ﷺ pernah memerintahnya menjilati jari-jemarinya dan piring. Dan sabdanya, “Sesungguhnya kalian tidak tahu di mana makanan kalian yang diberkahi.” (HR Muslim)

  1. Jika makan bergilir, hendaknya didahulukan yang lebih tua kemudian menggilirnya ke kanan dan seterusnya. Hal ini mengingat adanya sabda Rasulullah ﷺ, “Dahulukanlah yang tua, dahulukanlah yang tua.”
  2. Tidak memandangi kawan yang sedang makan sehingga membuat ia merasa malu ataupun tidak nyaman.
  3. Bagi orang yang bertindak sebagai petugas membagi makanan dan minuman, disunnahkan terakhir makan.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang yang memberi minum orang banyak adalah orang yang paling terakhir minum.” (HR At-Tirmidzi)

 

Wallahua’lam.[]

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s