Mulla Ibrahim Al-Kurani dan Hubungannya dengan Negeri Jawa


Al-Umam
Siapa yang tidak mengenal Al-Imam Al-‘Allamah Burhanuddin Abu Al-‘Irfan Ibrahim bin Hasan bin Syihabuddin Al-Kurani Asy-Syahruzi Asy-Syahrani (w. 1101)?

Tentangnya, Imam Asy-Syaukani dalam Al-Badr Ath-Thali’ I/12 mengatakan, “Beliau pakar dalam seluruh disiplin ilmu dan orang yang pandai berbahasa Arab, Persia, dan Turkia.”Dalam ‘Aun Al-Ma’bud (XI/266), Syaikh Syamsul Haq Al-‘Azhimabadi menyatakan terkait ulama yang wafat pada 1101 H ini, “Dan termasuk mujaddid awal abad ke-11 ialah Ibrahim bin Hasan Al-Kurdi Al-Kurani, penutup para muhaqqiq, andalan para musnid, pendatang Madinah.”

Beliau telah mewariskan sejumlah karya ilmiah banyak yang mencapai 100 lebih kitab. Di antaranya ialah “Ittihaf Al-Khalaf fi Tahqiq Madzhab As-Salaf”

Yang menarik pada sosok seorang Ibrahim Al-Kurani ialah hubungannya yang cukup harmonis dengan penunut ilmu Aceh. Sebagain sejarawan menyebutkan bahwa seorang Aceh yang berguru padanya ialah Syaikh ‘Abdurrauf bin ‘Ali Al-Jawi Al-Fanshuri yang biasa dikenal dengan sapaan Syiah Kual. Beliau adalah ulama yang pertama kali penulis tafsir lengkap pertama di kepulauan Nusantara, yaitu Turjuman Al-Mustafid fi Tafsir Al-Quran Al-Majid (cet. Bombay India).

Diriwayatkan bahwa Al-Fanshuri ini jika menjumpai permasalahan keislaman di negeri Aceh, beliau kerap kali mendatangi Al-Kurani guna mencari jalan keluar dan jawaban apa yang dihadapinya. Oleh karena beberapa permasalahan yang dibawa Al-Fanshuri ini, Al-Kurani berkenan menuliskan satu kitab khusus membahas permasalahan-permasalahan ini. Kitab itu selanjutnya diberinya tajuk “Al-Jawâbât Al-Gharâwiyyah ‘an Al-Masâil Al-Jâwiyyah Al-Jahriyyah”.

Penisbatan bahwa kitab Al-Jawabat ini adalah milik Al-Kurani telah disepakai ulama-ulama yang merekam perjalanan hidup beliau. Di antaranya Al-Muradi dalam Silk Ad-Durar (I/6), Al-Baghdadi dalam Hadiyyah Al-‘Arifin (I/35), dan penulis Idhah Al-Maknun (III/370).

Lantas, apakah kitab beliau ini di mana bisa disaksikan untuk zaman sekarang ini? Pentahqiq I’mal Al-Fikr wa Ar-Riwayat menyebutkan bahwa kitab yang membahas fiqih Syafi’i ini naskahnya bisa dijumpai di Markaz Raja Faishal di bawah no. 0582-5-F.

Kenyataan ini menunjukkan akan keakraban beliau dengan negeri ini dan kejayaan intelektualitas di masa kerajaan Aceh.

Bagaimana dengan sekarang?

Allahua’lam. []

Iklan

One response to “Mulla Ibrahim Al-Kurani dan Hubungannya dengan Negeri Jawa

  1. Ping-balik: Turjuman Al-Mustafid, Tafsir Pertama di Bumi Nusantara | Mauhub™·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s