Beda Antara Islam & Iman


iman-islam-ihsan

Oleh : Syaikh Ibnu ‘Utsaimin

            Menurut etimologi, Islam bermakna tunduk. Sedangkan menurut syariat berarti penyerahan diri seorang hamba kepada Allah secara lahir dan batin dengan melakukan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Inilah cakupan keseluruhan agama.

Allah Ta’ala berfirman (artinya), “… dan telah Kurestui Islam sebagai agama kalian.” [QS Al-Maidah : 3]

Allah Ta’ala juga berfirman (artinya), “Dan siapa yang mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima darinya.” [QS Alu ‘Imran : 85]

Adapun Iman menurut bahasa berarti membenarkan. Allah berfirman (artinya), “Dan tiklah engkau mempercayai kami.” [QS Yusuf : 18]

Sedangkan menurut syariat adalah ikrar hati yang menghantarkan kepada ucapan dan perbuatan. Maka ia merupakan keyakinan, ucapan, dan perbuatan. Keyakinan hati, ucapan lisan, dan pekerjaan hati dan badan.

Dalil yang menunjukkan bahwa semua ini masuk dalam kategori iman, ialah sabda baginda Nabi ﷺ :

الإيمان : أن تؤمن بالله و ملائكته و كتبه و رسله و اليوم الآخر و القدر خيره و شره

“Iman adalah engkau beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, hari akhir, dan qadar; yang baik maupun yang buruk.” [Lihat Al-Bukhari (50)]

Juga sabda beliau ﷺ :

الإيمان بضع و سبعون شعبة ، فأعلاها قول لا إله إلا الله و أدناها إماطة الأذى عن الطريق ، و الحياء شعبة من الإيمان

“Iman itu ada 70-an cabang. Yang paling tinggi ialah ucapan laa ilaaha illallaah dan yang peling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Sedangkan rasa malu termasuk bagian iman.” [HR Al-Bukhari]

“… meriman kepada Allah dan para malaikat-Nya,” merupakan keyakinan hati.

“… menyingkirkan gangguan dari jalan,” adalah amalan badan.

“… rasa malu,” merupakan amalan hati.

Dengan demikian dapatlah diketahui bahwa iman mencakup seluruh agama. Pada saat itu maka tidak ada beda antara iman dan Islam. Ini ketika salah satu dari keduanya (disebutkan) sendiri.  Adapun jika keduanya digandengkan, maka Islam diartikan sebagai penyerahan diri secara lahir, yaitu ucapan lisan dan amalan badan. Hal ini bisa muncul dari seorang mukmin, baik yang sempurna imannya maupun yang lemah.

Allah Ta’ala berfirman:

قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِن قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ

Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu…” [QS Al-Hujarat : 14]

(Juka bisa muncul) dari seorang munafik. Maka ia dikatakan sebagai muslim secara lahiriah, namun kafir secara batiniah.

Sedangkan Iman ditafsirkan sebagai ketundukan batin, yaitu pengikraran hati dan pengamalannya. Dan ini tidak mungkin muncul kecuali dari orang mukmin sejati. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” [QS Al-Anfal : 2-4]

Dengan makna semacam ini, maka iman lebih tinggi. Setiap mukmin adalah muslim, dan tidak sebaliknya.[1]

 

Selesai diterjemahkan pada 16:05, 21 Februari 2014, di Pondok Gede


[1] Fath Rabbil Bariyyah (Dar Ibn Al-Jawzi, hal. 100-1001), oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin –rahimahullah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s