Maka Belajarlah!


tuntutlah ilmuManusia diciptakan Allah dalam keadaan bodoh dan tidak tahu. Kemudian karena kenikmatan berupa perangkat yang Allah berikan kepada manusia, mereka sedikit-demi sedikit keluar dari kebodohan menuju pengetahuan yang sebelumnya sama sekali belum diketahui.

Allah Ta’ala berfirman:

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.[1]

            Al-Hafizh Ibnu Katsir –rahimahullah– menjelaskan:

“Allah menjadikan semua ini pada manusia hanya agar kokoh beribadah kepada Rabb-nya, sebagaimana hadits yang terdapat dalam Shahih Al-Bukhari. Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, bahwasannya beliau bersabda, “Allah berfirman, ‘Siapa yang memusuhi wali-Ku, sesungguhnya Aku telah menyatakan perang kepadanya.  Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Kusukai daripada melaksanakan perintah yang Kuwajibkan atasnya. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Dan apabila jika Aku telah mencintainya, jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk memegang, dan sebagai kaki yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta pada-Ku, pasti Aku memberinya, dan jika ia berdoa pada-Ku, tentu Aku mengkabulkannya, jika ia meminta perlindungan pada-Ku, niscaya Aku melindunginya…”[2]

            Maka tujuan diciptakan manusia adalah hanya untuk beribadah kepada-Nya. Dan seseorang tidak mungkin bisa beribadah dengan baik dan benar kecuali setelah ia memiliki ilmunya. Sebab, beribadah dengan kebodohan hanya akan melahirkan kesesatan dan berilmu namun tidak diamalkan hanya akan benimbulkan kemurkaan Allah padanya.[3] Untuk itu Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembah-Ku.”[4]

Berdasarkan penjelasan Ibnu Qayyimil Jauziyyah –rahimahullah– bahwa diciptakannya makhluk itu memiliki dua tujuan:

Pertama, untuk ilmu. Yaitu agar makhluk berilmu tentang Allah dan apa yang Allah wajibkan atasnya untuk diketahui.

Kedua, untuk beramal. Yaitu agar makhluk itu mengamalkan setelah ia berilmu.

Maka dari sini dapatlah diketahui bahwa siapa yang menuntut ilmu syar’i berarti ia telah mewujudkan tujuan penciptaannya.

Namun demikian berapa banyak orang yang tidak menyadari betapa bodohnya ia tetapi tidak mengerti bahwa ia itu bodoh. Dan ini merupakan musibah yang besar. Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr –rahimahullah– menuturkan dalam Jami’ Bayan Al-‘Ilm wa Fadhlih, bahwa manusia itu ditinjau dari pintar dan bodoh terbagi menjadi empat macam, yaitu:

  1. Orang yang berpengetahuan dan dia tahu bahwa ia adalah seorang berpengetahuan. Dialah seorang ‘alim, maka bertanyalah padanya.
  2. Orang yang berpengetahuan namun ia tidak tahu bahwa ia adalah seorang yang berpengetahuan. Dialah orang yang lalai, maka ingatkanlah ia.
  3. Orang yang tidak tahu dan dia tahu bahwa dia tidak tahu. Dialah orang bodoh, maka ajarilah ia.
  4. Orang yang tidak tahu namun ia tidak tahu bahwa ia tidak tahu. Dialah orang dungu, maka jauhilah ia. []


[1] QS An-Nahl: 78.

[2] Tafsir Al-Quran Al-‘Azhim (VIII/336).

[3] Lihat QS Al-Fatihah: 7.

[4] QS Adz-Dzariyat: 56.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s